Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Pemkot Pekalongan ingatkan SPPG penuhi standar bangunan dapur MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-04 17:01:27【Sehat】732 orang sudah membaca
PerkenalanWakil Wali Kota Pekalongan Balgis Diab pada acara pertemuan dengan SPPG program MBG di Pekalongan, b

Kami hadir bukan untuk menyalahkan, tapi untuk memberikan pemahaman dan sosialisasi bahwa bangunan SPPG harus memenuhi standar keamanan dan kesehatan
Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, Jawa Tengah, mewajibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memenuhi standar bangunan untuk memastikan seluruh dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai regulasi terkait standar keamanan, kesehatan, dan kelayakan.
Wakil Wali Kota Pekalongan Balgis Diab di Pekalongan, Selasa, mengangakan salah satu faktor penting keberhasilan Program MBG adalah kelayakan sarana dapur yang digunakan untuk memasak makanan bergizi bagi masyarakat.
"Kami hadir bukan untuk menyalahkan, tapi untuk memberikan pemahaman dan sosialisasi bahwa bangunan SPPG harus memenuhi standar keamanan dan kesehatan," katanya.
Baca juga: Pemkot Pekalongan distribusikan MBG kepada 6 ribu pelajar TK-SMA
Namun demikian pihaknya berharap dapur MBG di setiap wilayah dapat tertata sesuai aturan yang berlaku agar keamanan dan kesehatan dapat terjaga.
Menurut dia, masih ditemukan beberapa bangunan SPPG yang belum memenuhi persyaratan, seperti area yang terlalu sempit atau ngak memiliki halaman sesuai ketentuan.
Ke depan , kata dia, Pemkot Pekalongan akan melakukan pembenahan agar seluruh bangunan memenuhi kriteria teknis bangunan layak fungsi.
Baca juga: Melihat dapur SPPG Polda Kalsel yang inovatif
"Kami berharap program ini bisa terus berkelanjutan, ngak hanya berjalan sehari dua hari saja, dan dapat memberikan keamanan, serta kenyamanan dalam pemenuhan gizi masyarakat di daerah," kata Balqis Diab.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekalongan Andrianto mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 22 SPPG yang sebagian besar sudah beroperasi.
"Namun, beberapa diantaranya masih menggunakan rumah tinggal atau bangunan non-standar yang perlu disesuaikan secara konstruksi, agar aman digunakan sebagai dapur penyedia MBG," kata Andrianto.
Baca juga: Pimpinan Komisi X usul bentuk dapur sekolah MBG di daerah 3T
Suka(2464)
Sebelumnya: Kiat menghindari penyakit semasa banjir
Selanjutnya: Ekonomi TW
Artikel Terkait
- Tinjau magang dengan Seskab, Menaker: Sarana link and match industri
- BPS: Konsumsi rumah tangga kuartal III melambat karena siklus musiman
- Ahli Gizi sebut pentingnya pemberian MBG yang disertai dengan edukasi
- Kemen PKP sebut pelaku UMKM salon hingga bengkel bisa manfaatkan KPP
- Riset IHATEC: Kehalalan produk jadi pertimbangan utama konsumen
- Pemerintah perkuat tata kelola Program MBG lewat tim koordinasi khusus
- Ini kata SPPG Meruya Selatan terkait asal menu beracun pada MBG
- Puncak musim hujan tiba, ini dampak cuaca yang perlu diwaspadai
- Airlangga yakin eksyar RI segera capai peringkat pertama secara global
- Kenapa lobster air tawar mudah mati? Ini penyebab dan pencegahannya
Resep Populer
Rekomendasi

Kemendikdasmen: Pelaksanaan TKA di Papua lancar

Pemkot Jakbar tindaklanjuti kasus keracunan MBG di SDN Meruya Selatan

Menteri PANRB pastikan persiapan tata kelola ekosistem pendukung MBG

Kemen PKP sebut pelaku UMKM salon hingga bengkel bisa manfaatkan KPP

Kemendes: Kebutuhan Makan Bergizi Gratis diharapkan disuplai dari desa

Dinkes: Waspada paparan mikroplastik dari air hujan

SPPG Polres Madiun sajikan pecel bergizi untuk warga dan pelajar

Keracunan menu MBG, Jakbar periksa keterlibatan produk UMKM